Cari Artikel Di Google

Iklan Layanan Masyarakat










Penerimaan Akademi Militer (AKMIL)


TNI-AD Memberikan Kesempatan Kepada Putra Indonesia Untuk dididik menjadi Perwira Melalui Akademi Militer / AKMIL. Untuk Lebih Detail....

Penerimaan Akademi Angkatan Laut (AAL)


TNI-AL Memberikan Kesempatan Kepada Putra Indonesia Untuk dididik menjadi Perwira Melalui Akademi Angkatan Laut / AAL. Untuk Lebih Detail....

Penerimaan Akademi Angkatan Udara (AAU)


TNI-AU Memberikan Kesempatan Kepada Putra Indonesia Untuk dididik menjadi Perwira Melalui Akademi Angkatan Udara / AAU. Untuk Lebih Detail....

Penerimaan Bintara PK TNI-AD


TNI-AD Memberikan Kesempatan Kepada Putra/Putri Indonesia Untuk dididik menjadi Bintara PK TNI-AD. Untuk Lebih Detail....

Rudal Agni IIINew Delhi, Minggu - India kembali berhasil melakukan uji coba penembakan peluru kendali balistik yang mampu membawa hulu ledak nuklir, Agni III, Minggu (7/2).

Peluru kendali (rudal) Agni III, yang merupakan rudal berdaya jangkau terjauh India, mampu menjangkau sasaran sejauh 3.000 kilometer. Uji coba kemarin adalah yang keempat, setelah pada uji coba pertama, tahun 2006, gagal. Pada uji coba kedua dan ketiga, rudal itu meluncur mulus ke sasaran.

Keberhasilan uji coba keempat rudal Agni III itu disampaikan pejabat dari Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India. Rudal tersebut diluncurkan dari Pulau Wheeler di lepas pantai timur negara bagian Orrisa, Minggu pagi.

”Seluruh parameter telah dipenuhi, uji coba telah berhasil,” kata sebuah sumber sambil menyebutkan bahwa rudal itu ditembakkan dari sebuah mobil peluncur rudal.

India yang mengembangkan rudal sendiri telah memiliki rudal balistik jarak pendek Prithvi, rudal balistik jarak menengah Akash, rudal antitank Nag, dan rudal supersonik Brahmos yang dikembangkan bersama Rusia.

Rudal Agni III mampu membawa hulu ledak konvensional atau nuklir hingga 1,5 ton dan menggunakan bahan bakar padat. Daya jangkaunya yang jauh membuat rudal itu mampu mencapai sejumlah tempat di daratan China dan juga Timur Tengah.

Buka perundingan

Rudal Agni IIIUji coba India itu diyakini tidak akan meningkatkan ketegangan di kawasan karena India dan Pakistan yang bertetangga dan sama-sama memiliki senjata nuklir selalu memberitahukan satu sama lain jika akan melakukan peluncuran rudal. Hal itu sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati kedua negara.

Rabu pekan lalu, India membuka diri untuk kembali melakukan perundingan di tingkat menteri luar negeri dengan tetangga sekaligus juga rivalnya, Pakistan. Akan tetapi, ajakan itu belum dijawab Pakistan.

Meski demikian, kesediaan India untuk kembali berunding adalah sebuah kemajuan besar, setelah hubungan kedua negara membeku pada 2008, setelah terjadinya serangan di Mumbai. Akibat peristiwa itu, India gigih menolak melakukan perundingan dengan Pakistan, sampai Pemerintah Pakistan membawa mereka yang berada di balik serangan Mumbai ke pengadilan, dan membasmi kelompok-kelompok garis keras di Pakistan.

Membaiknya hubungan India-Pakistan cukup menggembirakan AS karena akan membantu upaya AS mewujudkan stabilitas di Afganistan. Namun, Pakistan khawatir akan terjepit antara India di perbatasan timurnya dan pemerintahan di Afganistan yang pro-India di perbatasan barat.(Sumber : Kompas)


read more (0)

Presiden SBY Tinjau Latihan Pemantapan Marinir 2010

Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010
     

Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Radjasa dan Menhan Purnomo Yusgiantoro tampak mendampingi Presiden SBY. Presiden SBY memberikan aba-aba kepada pasukan marinir untuk menyerang dan melumpuhkan markas musuh. Dudi Anung/Setpres.(Detik Foto)

     

Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010

     

Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010 Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010

     

Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010 Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010

     

Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010 Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010

     

Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010 Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010

     

Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010 Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010

     
Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010 Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010     Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010
     
Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010 Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010
     

Presiden SBY meninjau latihan pemantapan terpadu Korps Marinir TNI AL di perairan pantai Kelapa Rapat, Lampung. Setelah Turun dari KRI Surabaya-591 dengan menggunakan Kendaraan Amfibi LVT-7 Presiden memberi penghormatan kepada pasukan yang mendarat terlebih dahulu, Selain itu, Presiden SBY juga melakukan penanaman pohon, olah raga dan menyapa beberapa warga.

     
Puncak Pelaksanaan Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010
     
Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010 Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010
     
Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010 Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010
     
Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010 Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010
     
Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010 Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010
     
Korps Marinir Gelar Bakti Sosial

Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010 Foto Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010
     

Selain menggelar latihan pemantapan terpadu, Korps Marinir juga menggelar bakti sosial berupa pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Lampung, Minggu (7/2/2010). 106 Dokter dikerahkan dalam acara bakti sosial ini.


read more (0)
SBY Pimpin Marinir Serbu Lampung
2 8th, 2010 by Ardava

SBY Pimpin Marinir Serbu LampungBANDARLAMPUNG – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyaksikan langsung latihan perang ribuan prajurit marinir di Piabung, Pesawaran, Lampung, Minggu (7/2). SBY datang dengan menggunakan kendaraan tempur amfibi seri LVT-7, pendaratan berjalan mulus di pantai Caligi, sekitar pukul 08.12 Wib.

SBY menaiki kendaraan tempur itu dari dalam kapal perang KRI Surabaya-591 yang berlabuh sekitar dua km dari bibir pantai Caligi. Menurut informasi yang diterima Radar Lampung (grup JPNN), KRI Surabaya-591 digunakan sejak Sabtu malam, dari Pelabuhan Merak Banten menuju Lampung.

Rombongan presiden bersama sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II berlayar selama delapan jam lebih dengan menggunakan kapal perang itu. Di atas kapal tersebut, Presiden menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri.

”Ya benar, tapi tidak ada hal penting yang dibahas, biasa hanya evaluasi sejumlah program saja,” kata Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan yang ikut dalam rombongan.

Selain Menteri Kehutanan, Presiden juga membawa sejumlah menteri, yaitu Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedi Saleh, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, termasuk Staf Ahli Presiden Andi Arief. Rombongan presiden mendapat penjagaan begitu ketat dari dua kapal perang yaitu KRI Teluk Rate dan KRI Teluk Ambon selama berlayar. Termasuk ketika melakukan pendaratan. Personil TNI AL, AD, hingga unsure kepolisian dikerahkan untuk melakukan sterilisasi kawasan yang dilalui SBY.

Dalam kunjungan kali ini, SBY tidak berkomentar banyak. Dia hanya berkeliling dengan kendaraan tank untuk menyaksikan latihan perang secara langsung dan sesekali menyapa warga dan pelajar dengan lambaian tanggannya. Setelah itu, Presiden menanam 10 ribu bibit bakau dan trembesi di markas dan pantai markas marinir. Hal yang sama juga dilakukan oleh para menteri yang ikut dalam rombongan itu.

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad juga memilih diam ketika diminta tanggapannya soal reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, termasuk Hatta Rajasa yang santer beredar salah satu nominator menggantikan Wakil Presiden Boediono. Presiden kemudian kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat terbang dari Bandara Radin Inten Lampung

Di Pantai Caligi yang merupakan Pusat Latihan Tempur Komando Pasukan Katak Korps Marinir, Presiden menyaksikan demonstrasi tempur pertama berupa penembakan tiga buah tankfib PT-76, penembakan dua buah BVP-2, penembakan dua buah Howitser 105 dan penembakan dua buah roket RM 70 Grad.

Presiden juga menyaksikan demonstrasi tempur kedua berupa penembakan di atas pohon, penembakan reaksi, penembakan mortir 81 dan river crossing. serta demonstrasi penembakan Dopper.

Usai acara di pantai, Presiden menuju Markas Komando Batalyon Infanteri-9 Marinir Beruang Hitam untuk menerima Jajar Kehormatan dan Valreep, serta meninjau pameran produk Bio-Marine dan penanaman pohon. Selanjutnya, SBY menuju Pantai Klara, meninjau Bakti Sosial Kes Yala dan menyaksikan Demonstrasi Rubber Duck Operation.

Untuk diketahui Latihan pemantapan terpadu Marinir 2010 wilayah barat itu merupakan latihan pemantapan yang juga dilangsungkan di wilayah Timur. Sasarannya memilihara kemampuan komando pengendalian tempur prajurit-prajurit korps marinir pada tingkat perorangan maupun hubungan taktis.

Latihan untuk wilalah barat ini melibatkan 4.758 prajurit korp marinir yang telah dilakukan sejak 25 Januari lalu dan akan berakhir pada 4 Maret 2010. Sementara latihan yang berlangsung di wilayah timur berlangsung di Situbondo Jawa Timur yang diikuti 5.319 personil yang rencananya berlangsung Maret mendatang.

Secara resmi latihan pemantapan terpadu tersebut telah dibuka Kepala Staf Marinir AL (Kasal) Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., dalam suatu upacara militer yang diihadiri para asisten Kasal, Pangkotama TNI AL, jajaran Muspida Provinsi Lampung, pimpinan TNI dan Polri di wilayah Lampung dan tokoh masyarakat 29 Januari lalu.

Kadispen Korps Marinir Letkol Said Latuconsina dalam mengatakan prosesi latihan pemantapan, diawali dengan debarkasi gelombang pertama sejumlah 924 orang prajurit dari KRI Teluk Ambona. Pasukan dating menggunakan perahu karet dan didaratkan di pantai Caligi.

Sedangkan untuk mendaratkan senjata artileri menggunakan kendaraan amfibi pengangkut artileri, pasukan dari bataliyon infanteri 4 marinir diperkuat unsur-unsur kesenjataan kavaleri, artileri dan bantuan tempur seluruhnya bermarkas di Cilandak Jakarta Selatan, yang dipimpin Komandan Bataliyon Infanteri 4 Marinir Letkol Marinir Widodo.

Ditambahkannya untuk memudahkan pengendalian di lapangan maka latihan terpadu dibagi dalam beberapa tahan seperti fast trope, river crossing. ”Beberapa tahap ini, kemampuan prajuri mengenai ilmu medan dan membaca peta merupakan kemampuan yang harus diuji untuk dapat menganalisa,” terang Said Latuconsina.

Penggunaan amfibi dan proses rubber duck operation yang digunakan dalam latihan kali ini, merupakan bagian dari operasi amfibi dimana pasukan akan didebarkasikan ke dalam kendaraan tempur dan sekoci-sekoci pendaratan, untuk selanjutnya dilakukan secara bergelombang di daratan pantai yang dikuasai musuh.

Gelombang pendaratan dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama penembakan ke sarang musuh di darat, selanjutnya membentuk formasi parameter pantai untuk melindungi pasukan pendarat pada gelombang berikutnya termasuk melindungi kendaraan tempur.

”Setelah seluruh personel dan material tempur mendarat di pantau, pasukan selanjutnya bergerak ke sasaran dengan didukung tembakan yang menggunakan senjata bantuan diantaranya roket RM 70 grad, Howitzer 105 mm, tank mortar 60 mm dan mortar 81 mm,” bebernya

Sementara rubber duck operation kata Said Latuconsina merupakan operasi yang dilakukan oleh para anggota intai amfibi mariner yang sebelumnya diterjunkan dari atas pesawat yang selanjutnya disusul para peterjun. ”Kegunaan rubber duck operation ini hanya untuk kepentingan tugas operasi tetapi dapat juga dilakukan untuk kepentingan SAR seperti menolong korban dalam bencana,” pungkasnya.(Sumber : JPNN)

Berita Terkait :
- Menhan Mendampingi Presiden Tinjau Latihan Pemantapan Korps Marinir

Latihan Pemantapan Korps Marinir 2010


read more (0)

Presiden Gelar Rapat Peremajaan Alutsista di Kapal KRI Surabaya-591JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin rapat koordinasi terbatas (rakortas) tentang strategi dan sistem pertahanan nasional untuk bagaimana menangkal dan mengantisipasi ancaman. Salah satunya membahas keperluan peremajaan alat utama sistem senjata (alutsista).

“Memang Presiden mengadakan ada rapat mengenai alutsista di kapal KRI 591, tapi ini tertutup. Setelah pemaparan dari Korps Marinir. Rapat ini mengenai kebijakan tentang kebutuhan sistem kemanan secara keseluruhan,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha saat dihubungi di Jakarta, Minggu (7/2).

Menurut Julian, rapat tertutup yang dipimpin Presiden itu dihadiri oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Wakil Menhan Sjafrie Sjamsjudin, Panglima TNI Djoko Santoso, KSAD Letjen George Toisutta, KSAL Laksamana Madya Agus Suhartono, dan KSAU Marsekal Muda Imam Sufaat.

Julian mengatakan, dalam rapat itu dibahas bagaimana strategi sistem pertahanan nasional untuk menangkal dan mengantisipasi ancaman yang akan muncul. Identifikasi masalah itu harus akurat karena perkembangan bisa berubah di militer.

“Ataupun menangkal serangan dari luar. Strategi militer agar bisa optimal dan pasti mengamankan negara,” katanya.

Rapat itu, kata dia, juga membahas peremajaan alutsista. Pemerintah berupaya memiliki suatu persenjataan yang bukan harus banyak tapi juga diperlukan. “Sehingga bisa mengatasi kemungkinan dan tuntutan ancaman yang pasti tidak berkurang di masa mendatang,” ulasnya.

Ditanya apakah juga dibahas tentang bagaimana pengadaan alutsista baru. Julian mengatakan hal itu tidak dibahas secara detail. Dalam hal ini, pemerintah hanya tidak ingin memakai alutsista yang tidak layak.

Namun demikian, lanjut Julian, alutsista tidak murah harganya. Jadi pemerintah juga melakukan pertimbangan bagaimana cara pembiyaannya.

“Yang dibutuhkan keseimbangan kebutuhan dan kepentingan, serta sesuai tuntutan,” katanya.

Ditanya apakah akan ada bentuk pembiayaan baru jika APBN tidak memenuhi. Pembahasan mengenai pinjaman dan lain-lain belum sampai kesana.

“Saya sendiri belum dapat konfirmasi mengenai isi rapat secara detail karena (rapat) sangat terbatas, saya pun tidak di dalam,” aku Julian.

Ditanya apakah ada rapat selanjutnya. Julian mengaku belum tahu akan hal itu. Tetapi rapat selanjutnya mungkin saja dilakukan. Sebab rapat ini adalah pemetaan, proyeksi ancaman. “Dengan keterbatasan yang kita miliki, kita tidak mungkin membeli alutsista yang mahal-mahal baik udara, laut, darat. Tapi pemerintah tetap melakukan pertimbangan komprehensif untuk memiliki persenjataan biarpun tidak besar tapi cukup efektif bisa redam ancaman yang pasti selalu datang,” ulasnya.(Sumber : Media Indonesia)


read more (0)

Presiden SBY Mendarat Ke Pantai Lampung dengan LVT-7Pesawaran Lampung - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Minggu pagi mendarat di pantai Caligi, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung menggunakan kendaraan tempur amfibi seri LVT-7 untuk meninjau Latihan Tempur Pasukan Marinir.

Presiden menggunakan kendaraan tempur itu, dari dalam kapal perang KRI Surabaya-591 yang berlabuh sekitar dua km dari bibir pantai.

KRI Surabaya-591 dipakai Presiden dan rombongan sejak Sabtu malam dari Pelabuhan Merak Banten menuju Lampung.

Keluar dari lambung kapal, kendaraan tempur bernomor Indonesia 1 itu berada pada urutan gelombang keempat pendaratan pasukan Marinir untuk menyerang pasukan musuh yang disimulasikan berada di Pantai Caligi.

Sebelum kendaraan Presiden keluar, sejumlah petugas Istana Presiden dan wartawan yang turut dalam rombongan telah mendarat terlebih dahulu menggunakan kapal karet bermesin.

Di Pantai Caligi yang merupakan Pusat Latihan Tempur Komando Pasukan Katak Korps Marinir, Presiden menyaksikan demonstrasi tempur pertama berupa penembakan tiga buah tankfib PT-76, penembakan dua buah BVP-2, penembakan dua buah Howitser 105 dan penembakan dua buah roket RM 70 Grad.

Presiden juga menyaksikan demonstrasi tempur kedua berupa penembakan di atas pohon, penembakan reaksi, penembakan mortir 81 dan “river crossing”. serta demonstrasi penembakan Dopper.

Usai acara di pantai, Presiden akan menuju Markas Komando Batalyon Infanteri-9 Marinir Beruang Hitam untuk menerima Jajar Kehormatan dan Valreep, serta meninjau pameran produk Bio-Marine dan penanaman pohon.

Selanjutnya, Presiden akan menuju Pantai Klara, meninjau Bakti Sosial Kes Yala dan menyaksikan Demonstrasi Rubber Duck Operation.

Hadir dalam acara ini sejumlah menteri dan pimpinan TNI, seperti Menhan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, KSAL Laksamana Madya Agus Suhartono, KSAU Marsekal Madya Imam Sufaat, dan KSAD Letjen George Toisutta.

Hadir juga Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi,Menhut Zulkifli Hassan, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Meneg Lingkungan Hidup Muhammad Hatta, Wakil Menhan Sjafrie Sjamsudin dan Wakil Menhub Bambang Susantono.(Sumber : Antara)


read more (0)

Penembakan Roket RM.70 GradMemasuki awal 2010, Korps Marinir menggelar latihan secara besar-besaran di wilayah timur dan barat yang melibatkan ribuan prajurit Korps Marinir yang dipusatkan di Lampung, Minggu (7/2).

Menurut Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M Alfan baharudin, latihan ini merupakan implementasi dari keinginan para Komandan Satuan untuk mengoptimalkan kemampuan para prajuritnya di lapangan dengan menggabungkan materi Latihan TW-IV TA.2009 dan TW-I TA.2010.

Latihan Pemantapan Terpadu Korps Marinir merupakan suatu tahap latihan taktik dan teknik tempur lapangan yang menyeluruh dan terpadu dari seluruh kesenjataan yang dimiliki Korps Marinir baik itu Infanteri, Artileri maupun Kavaleri yang dilaksanakan dari tingkat perorangan dasar hingga tingkat satuan lanjutan.

Kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk meninjau langsung latihan ini disambut sangat antusias oleh seluruh prajurit Korps Marinir. Kehadiran Presiden dinilai sebagai bukti bahwa pemerintah tidak hanya mendukung kenaikan anggaran pertahanan, tetapi juga sebagai perhatian dan dukungan moril untuk menyemangati para prajurit yang tengah berlatih.

“Atas nama Korps Marinir, kami bangga kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,” kata Alfian.

SBY melihat dan mengikuti langsung jalannya pendaratan amfibi, latihan penembakan roket RM 70 Grad, Howitzer, penanaman pohon dan latihan Rubber Duck Operation (RDO). Saat pendaratan amfibi, Presiden mendarat pada Gelombang ke-4 serbuan amfibi dengan kendaraan amfibi terbaru Korps Marinir yakni LVT-7A1.

LVT-7A merupakan satu dari 10 tank Amfibi yang didatangkan dari Korea Selatan pada awal Desember 2009 lalu. LVT-7A1 ini mampu membawa 25 personel Marinir lengkap dengan peralatan tempurnya. Kecepatan di laut 8 knot, 45 km/ jam di darat dengan jarak tempuh 7 jam di laut, 300 mil di darat serta kapasitas kargo 10.000 pounds.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Madya TNI Agus Suhartono mengatakan, latihan pemantapan terpadu Korps Marinir berlangsung di daerah latihan teluk Ratai, Lampung.

Dalam laporannya kepada Presiden SBY, Agus Suhartono menyampaikan bahwa latihan terpadu ini diikuti 2.300 personel marinir. Daratan latihan yang digunakan adalah daerah latihan milik TNI AL dengan luas lebih kurang 350.000 hektare, yang terdiri dari daerah latihan pantai, rawa, dan pegunungan. “Daerah ini memang sangat ideal dan lengkap untuk latihan kegiatan baik korps marinir maupun untuk pasukan katak,” katanya.

Agus Suhartono menjelaskan, di daerah latihan telah dibangun pangkalan TNI AL, ditambah dua brigade infanteri marinir yang sekarang bermarkas di teluk Ratai. Daerah latihan ini rencananya untuk pangkalan TNI AL di wilayah barat. Namun pembangunannya sedikit mengalami hambatan sehingga saat ini baru bisa ditempati satu pangkalan dengan dua brigade marinir.(Sumber : Jurnas)


read more (0)

Presiden Sby meninjau dan melihat langsung latihan pemantapan terpadu korps Marinir tahun 2010

MERAK - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi menhan Purnomo Yusgiantoro, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Kasal Laksamana Madya Agus Suhartono, Dankormar Mayjen Alfan meninjau fasilitas yang terdapat diatas KRI Surabaya 591, di pelabuhan Merak banten, Sabtu (6/2). Presiden akan meninjau dan melihat langsung latihan pemantapan terpadu korps Marinir tahun 2010 dipantai Caligi Lampung, pada hari Minggu, (7/2). FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf/ss/nz/10

MERAK - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu (6/2) petang, tiba di Pelabuhan Merak, Banten, untuk meninjau latihan tempur pasukan Korps Marinir yang akan berlangsung Minggu (7/2) di Teluk Ratai, Provinsi Lampung.

Dari Pelabuhan Merak Presiden akan menggunakan kapal perang KRI Surabaya-591 menuju Teluk Rantai, dan melakukan rapat terbatas di atas kapal bersama sejumlah menteri membahas masalah alutsista TNI.

Tiba di perairan Teluk Rantai, pada pukul 06.55 WIB Presiden akan membuka Latihan Pemantapan Pasukan Marinir dengan memberikan taklimat kepada Pasukan Korps Marinir, berupa kalimat ‘Daratkan Pasukan Pendarat’.

Dari perairan itu, Presiden akan menuju Pantai Caligi, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, dengan menggunakan kendaraan tempur LVT-7 yang sudah dipasangi papan nomor Indonesia 1 berwarna merah.

Di pantai itu, Presiden akan menyaksikan pendaratan pasukan Marinir serta demonstrasi tempur pertama berupa penembakan oleh tiga tankfib PT-76, penembakan dua BVP-2, penembakan dua howitser 105 dan penembakan dua buah RM 70 Grad.

Presiden juga akan menyaksikan demonstrasi tempur kedua berupa penembakan di atas pohon, penembakan reaksi, penembakan mortir 81 dan river crossing.

Presiden yang dalam kunjungan kerja kali ini tidak didampingi Ibu Ani Yudhoyono juga akan melihat demonstrasi penembakan Dopper. Usai acara itu, Kepala Negara menuju Markas Komando Batalyon Infanteri-9 Marinir Beruang Hitam untuk menerima Jajar Kehormatan dan Valreep, serta meninjau pameran produk Bio-Marine dan penanaman pohon.

Setelah itu, Presiden dan rombongan akan menuju Pantai Klara untuk meninjau Bakti Sosial Kes Yala dan menyaksikan Demonstrasi Rubber Duck Operation. Selanjutnya, Presiden akan kembali ke Jakarta dengan pesawat Kepresiden melalui Bandara Radin Inten Lampung.(Sumber : Media Indonesia)


read more (0)

TONTAIKAM BRIGIF 1 PIK/JS KODAM JAYA/JAYAKARTA GELAR LATIHAN PENANGGULANGAN TERORKomandan Brigade Infanteri-1PIK/Jaya Sakti Kolonel Inf Joni Supriyanto memimpin kegiatan latihan Penanggulangan Aksi Teroris yang dilaksanakan Satuan Peleton Pengintai dan Keamanan (Tontaikam) Brigif-1 PIK/JS Kodam Jaya bertempat di Markas Brigade Infanteri-1 PIK/JS, Jl. Raya Kalisari Jakarta Timur, Kamis (4/2).

Sesuai dengan undang-undang TNI No 34 tahun 2004 diantaranya adanya tugas untuk mengatsi aksi terorisme. Satuan Brigade Infanteri 1 PIK/Jaya Sakti merupakan satuan pengaman Ibukot Jakarta yang mempunyai tugas untuk melaksanakan penanggulangan aksi terorisme terhadap pejabat-pejabat negara. Satuan yang ada pada Brigade Infanteri 1 PIK/Jaya Sakti untuk mengatasi aksi tersebut disebut Peleton Pengintai Keamanan (Tontaikam) yang khusus personelnya disiapkan dengan berbagai kemampuan mengatasi aksi terorisme.

Untuk selalu terampil dan kemampuannya terpelihara, maka Komandan Brigade Infanteri 1 PIK/Jaya Sakti Kodam Jaya membuat program pelatihan secara terus menerus sehingga Peleton Pengintai Keamanan selalu siap untuk digerakan. Saat ini pasukan elite Kodam Jaya disiapkan untuk melaksanakan latihan gabungan penangulangan aksi teroris dengan satuan Angkatan Udara, Angkatan Laut dan Polri di wilayah ibukota Jakarta. Dengan adanya kegiatan tersebut, satuan Tontaikam haruslah disiapkan dengan baik sehingga pelaksanaannya dapat berhasil sesuai dengan keinginan.

Satuan Peleton Pengintai Keamanan Brigade Infanteri 1 PIK/Jaya Sakti yang menjabat sebagai Komandan Peltonnya adalah Letnan Satu Infanteri Emik Chandra Nasution dengan jumlah personel 46 orang, Kemampuan satuan ini disiapkan dengan segala kemampuannya untuk mengatasi aksi teroris. Dalam latihan yang dilaksanakan dengan materi adalah cara mengamankan pejabat yang disandera oleh kelompok teroris dengan menggunakan pesawat helikopter, dan melaksanakan latihan refling dari gedung yang disimulasikan dengan menara.

Hadir dalam kegiatan latihan tersebut para Komandan Batalyon Infanteri jajaran Brigif-1 PIK/JS, Kapendam Jaya, para Kasi Brigif-1 PIK/JS.(Sumber : Dispen TNI-AD)


read more (0)

Spr2 Produk PT. PindadMoU revitalisasi industri pertahanan yang ditandatangani Desember 2009, hingga kini masih nihil implementasi. Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Sudarsono saat dihubungi Media Indonesia di Jakarta, Sabtu (6/2).

“MoU yang itu masih wacana yang sifatnya baru kebijakan umum. Padahal kalau mau kerja kan harus ada kontrak kerja,” kata Adik.

Ia menambahkan gaung kencang untuk revitalisasi industri pertahanan belum diikuti perubahan nyata dalam bisnis. Bisnis, sahut dia, masih berjalan seperti biasa dimana pihaknya tidak mempunyai kejelasan atas produk yang harus dibuat.

“Bisnis berjalan as usual. Kita harus intip, menebak-nebak, baru kita siapkan. Tidak seperti pesanan panser yang sudah dinyatakan di depan. Belum seperti itu,” jelasnya.

Volume pesanan alutsista kepada PT Pindad juga tidak jauh berbeda seperti tahun - tahun sebelumnya. Misalnya, pesanan 750 buah kendaraan taktis untuk dipergunakan di teritorial dari TNI. Hal itu, kata dia, akan dibahas dalam rapat koordinasi teknis yang diselenggarakan di Kemenhan Selasa mendatang di Jakarta.

Sementara Dirjen Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksda Gunadi menyatakan MoU tersebut ditujukan untuk jangka panjang. Sementara penuangannya dalam bentuk kontrak akan melalui tahapan berbeda. Ia menyatakan pemerintah siap mengucurkan dana jika seluruh tahapan kontrak sudah dipenuhi.

“Kalau DIPA sudah disetujui DPR, kita baru bisa buat kontrak. DIPA ini sudah disetujui, tapi masing-masing angkatan kan harus membuat operasional requirement dan spesifikasi teknisnya dulu sebelum kemudian BUMNIP ini diundang untuk presentasi dan membuat kontrak. Kalau sekarang sudah siap, itu bisa langsung dilakukan,” tegasnya.(Sumber : Media Indonesia)


read more (0)

Menteri Pertahanan Purnomo YusgiantoroJakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro berbicara “blak - blakan” dengan sejumlah pimpian media massa nasional soal keterkaitan perang dengan perebutan sumber daya alam, termasuk soal pemilihan dirinya untuk menduduki jabatan menteri pertahanan yang sebelumnya menjabat sebagai menteri energi dan sumber daya mineral.

“Bicara soal perang dan perebutan dalam pengelolaan sumber daya alam memang terkait. Presiden dalam salah satu acara bahkan menekankan ancaman keamanan masa depan adalah perang non-konvensional,” katanya dalam tatap muka dengan pimpinan media massa di Jakarta, Jumat.

Ia lantas menyebutkan ancaman non-perang seperti, perang yang terkait dengan energi, terorisme, perdagangan manusia, perubahan iklim dan pembalakan liar.

Purnomo kemudian menceritakan pengalamannya semasa menjabat menteri energi dan sumber daya mineral, tatkala salah satu perusahaan minyak multinasional hendak mengekspolrasi di perairan Ambalat melalui perusahaan minyak Malaysia.

“Pola yang dipakai sama persis seperti yang digunakan terhadap Brunei yaitu memunculkan kawasan yang disengketakan namun menawarkan kerjasama untuk melakukan kegiatan eksplorasi bersama,” katanya.

Indonesia, katanya, tidak mau dan tetap bersikukuh untuk menyelesaikan dulu persoalan perbatasannya baru kemudian berbicara soal kerjasama. Kalau mengikuti keinginan tersebut, maka selamanya akan tetap menjadi kawasan sengketa sementara kekayaan alamnya sudah tergali lebih dulu.

Pada pertemuan itu, pemimpin redaksi media massa menyingung berbagai persoalan mulai dari polemik rumah dinas TNI yang ditempati purnawirawan dan rakyat umum lainnya, hingga daerah perbatasan yang memerlukan pengawalan patroli secara rutin.

“Untuk perumahan dinas TNI, kalau berdasarkan peraturan yang ada maka hal itu merupakan aset negara yang memprioritaskan kepada prajurit aktif. Namun kita juga memiliki toleransi. Toleransi inilah yang perlu disosialisasikan,” katanya.

Mengenai konsep keamanan Indonesia yang ideal, ia mengatakan bahwa untuk saat ini yang terbaik adalah berupaya mewujudkan sistem kekuatan minimum yang “multi-purpose”, yakni memiliki kemampuan berperang (strike force function) sekaligus non-perang (non strike function) secara memadai.

Menhan mengemukakan hal itu juga terkait dengan program seratus hari Kementrian Pertahanan.

“Kita memang tidak muluk-muluk membangun kekuatan pertahanan besar dengan kondisi saat ini. Namun kita tetap menyadari bahwa jika ingin ada perdamaian kita juga memerlukan kesiapan untuk berperang,” katanya.

Kementrian pertahanan, katanya, memahami bahwa perlu ongkos yang sangat besar untuk memenuhi tuntutan ideal akan kebutuhan pertahanan yang bisa menjaga kedaulatan Negara kesatuan Indonesia secara maksimal.

Mantan Wakil Gubernur lemhannas itu kemuadian memberikan perbandingan mengenai anggaran pertahanan di negara-negara Asia Tenggara yang rata-rata mencapai satu-dua persen dari Gross Domestic Product (GDP). Sedangkan TNI baru bisa memenuhi 0,6 persen dari GDP-nya.

“Untuk itulah kementrian pertahanan mewujudkan konsep sistem keamanan yang pro kesejahteraan bagi prajuritnya lebih dulu,” katanya.(Sumber : Antara)


read more (0)

 

February 2010
M T W T F S S
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728



Next Page »