Custom Search
JAKARTA - Senjata yang digunakan teroris untuk berlatih di hutan Aceh Besar diperkirakan masuk dari jalur laut. Pasalnya, Aceh memiliki garis pantai yang panjang, sehingga tak bisa seluruh titik terawasi.
Hal itu disampaikan oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf kepada wartawan di Jakartam Selasa (9/3). “Aceh punya pantai sepanjang 1.800 km, dimana saja ada titik lemahnya yang tidak mungkin dikawal. Jadi, senjata bisa masuk tapi tidak bebas,” ujarnya.
Ia memperkirakan senjata yang dimiliki teroris sekitar 27 unit. Pada saat penggerebekan, aparat mempertunjukan ada ratusan amunisi, senjata jenis AK 47 dan senapan jenis M16. Ia menyebut ada lima pucuk senjata yang sudah dirampas oleh aparat.
“Kira-kira mereka punya senjata di sana ada 27 unit. Yang jatuh ke tangan aparat lima pucuk,” sambungnya.
Kejadian tersebut, menurutnya, dikhawatirkan mengganggu investasi Aceh. Meski saat ini tidak ada yang menarik investasinya, ia berpendapat investor yang baru akan masuk akan mempertimbangkan untuk menanamkan uangnya di Aceh. Hal itu tentu sangat berbahaya bagi Aceh.
“Sudah pasti terganggu karena siapapun investornya pasti merasa khawatir ngapain bawa modal ke Aceh dan bawa nyawa sekalian. Jadi, sangat berbahaya untuk Aceh,” cetusnya.(Sumber : Media Indonesia)
Leave a Reply