Jakarta- Kementerian Pertahanan kembali melakukan penambahan enam unit jet tempur untuk TNI Angkatan Udara. Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebutkan pembelian enam unit Sukhoi Su-30 MK2 dari Rusia ini sudah diresmikan melalui penyerahan kontrak antara Kementerian Pertahanan dan produsen pesawat Rusia, JSC Rosoboronexport.
Menurut Sjafrie, penambahan enam unit Sukhoi Su-30 MK2 ini untuk melengkapi jet tempur yang kini sudah dimiliki TNI Angkatan Udara. “Penyerahan kontrak sudah dilakukan kemarin dan saat ini masih ada kontrak yang sedang berjalan,” ujar Sjafrie di kantornya, Jumat, 30 Desember 2011.
Saat ini TNI AU telah memiliki 10 unit jet tempur Sukhoi sejenis. Ini terdiri dari enam Sukhoi jenis Su-27 SKM dan empat Sukhoi jenis Su-30 MK2. Rencananya, TNI AU akan menempatkan satu skuadron Sukhoi ini di Pangkalan Udara Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.
Menurut Sjafrie, selain pembelian jet tempur dari luar negeri, pemerintah kini juga tengah mengoptimalkan peningkatan industri penerbangan dalam negeri. Apalagi pemerintah sudah menargetkan tahun 2010 dan 2011 sebagai tahun kebangkitan industri dalam negeri. “Jadi, tahun 2012-2013 mendatang kami akan lakukan pemenuhan kebutuhan alutsista penerbangan secara cepat,” ujarnya.
Untuk pemenuhan alat utama sistem persenjataan udara, Sjafrie menyebutkan PT Dirgantara Indonesia secara berangsur merampungkan penyaluran helikopter jenis Bell 412 dan Puma untuk Angkatan Darat dan Angkatan Udara. Selain itu PT DI juga terus meningkatkan kerja sama pembuatan sembilan unit pesawat CN 295 dengan produsen pesawat Airbus Millitary yang berbasis di Spanyol.
Rencananya pada awal 2012 mendatang, Airbus Millitary mulai menindaklanjuti kerja sama. “Awal Januari ini akan tiba dua unit pesawat CN295,” ujarnya.
Selain dengan Spanyol dan Rusia, Kementerian Pertahanan terus mendorong industri pesawat dalam negeri untuk meningkatkan kerja sama pemenuhan alutsista penerbangan dengan negara lain. “Kami mendorong kerja sama pembuatan jet latih dengan Brazil dalam kerangka alih teknologi dengan PT DI,” lanjut Sjafrie. Kemenhan berharap industri penerbangan dalam negeri bisa memenuhi kebutuhan TNI AU dalam pengawasan udara.(Sumber : Tempo)
Jakarta - Kebijakan pelaksanaan rencana kerja Kementerian Pertahanan tahun 2011 diarahkan pada penyelenggaraan sistem pertahanan negara yang terintegrasi, handal, dan pro kesejahteraan. Pelaksanaannya ditikberatkan pada lima hal.
“Pertama, kesejahteraan, dengan telah diberikan pada prajurit TNI dan PNS berupa tunjangan khusus perbatasan, remunerasii kinerja, kenaikan berkala, gaji ke-13, santunan dan tunjangan cacat serta rencana kenaikan ULP,” kata Menteri Pertahanan di Jakarta, Jumat (30/12).
Kedua, penataan organisasi internal seperti bela negara, Universitas Pertahanan, peresmian pusat misi pemeliharaan perdamaian (PMPP), sistem informasi pertahanan negara (sisfohanneg) alokasi penelitian dan pengembangan, dan pengawasan.
Selanjutnya, pelaksanaan rencana kerja diarahkan pada industri pertahanan dengan dibentuknya Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) dalam merevitalisasi industri dalam negeri dan mengupayakan penyehatan Badan Usaha Milik Negara Industri Pertahanan (BUMNIP) dalam bentuk penyertaan modal.
Selain itu juga digunakan untuk menghasilkan produk-produk RUU antara lain RUU Revitalisasi Industri Pertahanan, RUU Keamanan Nasional, RUU Komponen Cadangan, RUU Rahasia Negara dan menyelesaikan 31 Peraturan Menteri Pertahanan.
“Terakhir untuk keberhasilan Indonesia sebagai keketuaan Asean Defence Ministers Meeting ke-5 tahun 2011,” kata Purnomo. Kegiatan ini, menghasilkan kesepakatan Joint Declarations ADMM dan ASEAN political and Security Community dalam Bali Concord III.(Sumber : Jurnas)

Banyuwangi - Tiga dari empat pesawat angkut Cassa NC212 milik Skuadron Udara 600 Wing Udara-1 Puspenerbal, melakukan terbang formasi, di atas Samudra Indonesia wilayah Banyuwangi, Jumat (30/12). Terbang formasi tersebut, merupakan satu kesatuan pergerakan pesawat angkut logistik dalam setiap Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP), di wilayah NKRI. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/pd/11)(Gambar Lengkap)
Surabaya - TNI AL telah melaporkan kesiapan validasi organisasi kepada komando atas dan pemerintah tentang pembentukan Komando Wilayah Laut Republik Indonesia (Kowila RI) yang membawahi 3 Armada (Barat, Tengah dan Timur), Komando Latihan Wilayah Laut (Kolatwila) Komando Pemeliharaan Material Wilayah Laut (Koharmatwila), pembentukan 3 Divisi Marinir dan perubahan Korps Marinir menjadi Kotama Operasi.
Hal tersebut dikatakan Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Soeparno dihadapan 700 Perwira Menengah (Pamen) dan Perwira Tinggi (Pati) TNI AL Wilayah Timur (Wiltim) pada olahraga bersama TNI AL Wilayah Timur di Lapangan Laut Maluku, Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Kobangdikal), Jumat (30/12).
Kemudian, lanjutnya, selain pembentukan Kowila, TNI AL memandang perlu meningkatkan Dinas Potensi Maritim menjadi Asisten Potensi Maritim, karena potmar dipandang sebagai salah satu tugas pokok TNI AL, kemudian membentuk Disopslatal, membentuk Pusat Intelejen Laut (Pusintelal) serta meningkatan Dinas Hidrooseanografi menjadi Badan Hidro Oseanografi.
Selain siap melakukan validasi organisasi, di tahun 2012 diharapkan kebijakan pemerintah dalam pembangunan kekuatan pertahanaan pada tingkat Minimum Essential Force (MEF) TNI AL dalam bidang penambahan Alat Utama Sisitem Senjata (Alutsista) dapat segera terrealisasi. Penambahan alutsista tersebut, diantaranya pembelian 3 kapal selam, 2 kapal permukaan frigate jenis Perusak Kapal Rudal (PKR) dan 20 Kapal Patroli Cepat dan Kapal Cepat Torprdo (KCT).
Menurutnya, untuk membangun kekuatan militer yang handal tidak perlu beraliansi kepada salah satu blok teknologi alutsista, tetapi mampu mengadaftasi dan mengadopsi teknologi dari berbagai blok yang diarahkan untuk meraih keunggulan sendiri. Pada konteks ini penyiapan sumber daya manusia menjadi sangat vital.
“Kita harus akui, negara kita tidak sekuat negara barat yang kuat dalam teknologi mesin perangnya, oleh karena itu kita tidak usah cari musuh, lebih baik cari teman dan tidak menggantungkan kekuatan Alut kepada salah satu blok,” terangnya.
Selain menyoroti validasi organisasi dan alutsista, orang nomor satu di TNI AL ini mengingatkan kepada para perwira dibawahnya untuk senantiasa meningkatkan kembali pelaksanaan kode etik dan etika professional serta tatakrama dalam kehidupan seorang perwira.
Seorang perwira, lanjutnya, harus mampu membangun sendi-sendi kehidupan yang berdisiplin, memiliki kepedulian dan rasa tanggung jawab yang lebih tinggi dibanding dengan prajurit yang dipimpinnya.
“Pegang teguh Sapta Marga, 8 Wajib TNI, Trisila TNI AL dan malu berbuat cela,” serunya.
Ditahun 2011, lanjutnya lagi, masih ada agenda yang belum terealisasi dan akan dilanjutkan pada 2012 nanti diantaranya Kartika Jala Krida (KJK) KRI Dewaruci ke AS. Dimana pada KJK sebelumnya tidak pernah mengikutkan Kadet (taruna AAL;Red) dari Korps Marinir, pada KJK nanti akan diikutsertakan, kemudian latihan Armada Jaya pada medio September dan Latihan Gabungan TNI pada medio November 2012.
Sementara itu pada acara olah raga bersama penutup akhir tahun yang diisi dengan senam dan jalan sehat sejauh 3 kilometer di area Kesatriaan Kobangdikal tersebut, tampak hadir para Asisten KASAL, Pangkotama TNI AL wilayah timur dan barat, seperti Dankobangdikal Laksda TNI Sadiman, SE, Pangarmatim Laksda TNI Ada Supandi, Pangarmabar, Komandan Seskoal dan para Kepala Dinas di lingkunagn Mabesal, serta Pamen TNI AL se-Wilayah Timur.(Sumber : Dispen TNI-AL)
Moskow - Kebakaran terjadi pada kapal selam nuklir Rusia di dermaga kering pada Kamis, kata Menteri Keadaan Darurat Sergei Shoigu pada Jumat.
Kapal selam nuklir Yekaterinburg terbakar pada Kamis selama perbaikan di galangan kapal di daerah barat laut Rusia Murmansk, kata Kementerian Darurat lokal.
Tidak dipatuhinya prosedur pencegahan kebakaran selama pekerjaan pemeliharaan rutin dipandang sebagai penyebab paling mungkin dari kebakaran pada perbaikan dermaga apung.
Departemen tersebut mengatakan tidak ada kematian atau korban cedera telah dilaporkan. “Juga tidak ada ancaman polusi nuklir,” kata kementerian itu dalam satu pernyataan.
Perancah kayu di sekitar kapal selam itu terperangkap api, yang kemudian menyebar ke lambung luar kapal selam, kata juru bicara Armada Utara Kapten Pertama Vadim Serga sebelumnya.
“Tidak ada kemungkinan api membakar seluruh lambung dan tidak ada ancaman bagi peralatan di dalam kapal,” kata Serga.
Kapal selam nuklir K-84 Yekaterinburg adalah salah satu dari tujuh kapal selam Delta-IV dalam tugas, dan semua ditempatkan di Armada Utara.
Kapal ini membawa 16 Sineva, rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam.
Kapal selam kelas Delta-IV adalah inti dari komponen angkatan laut tiga serangkai nuklir Rusia saat ini.(Sumber : Antara)
Jakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan penyerapan APBN 2011 khusus untuk belanja barang dan modal dari pagu setelah revisi sebesar Rp35,973 triliun terserap Rp34,076 triliun atau sekitar 94,73 persen.
“Sisanya Rp1,897 triliun atau 5,27 persen yang merupakan alokasi pinjaman dalam APBN Kemhan 2011 yang belum dipakai atau ‘multiyears’,” katanya dalam jumpa wartawan evaluasi akhir Kementerian Pertahanan di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan penyerapan anggaran yang tidak mencapai seratus persen itu dikarenakan belum adanya realisasi pembayaran baik berupa pinjaman dalam negeri maupun luar negeri.
“Jadi, meski kontraknya sudah ditandatangani, namun belum efektif artinya belum ada realisasi dari sumber dana baik pinjaman dalam dan luar negeri,” ujar Menhan.
Namun, secara umum dari pagu Kemhan 2011 senilai Rp58,1 triliun yang terdiri atas belanja pegawai, belanja barang dan belanja modal maka penyerapan anggaran mencapai 96 persen.
“Tentu sisanya alokasi pinjaman anggaran yang belum dibayarkan, mungkin karena belum siap atau apa meski kontraknya sudah ditadatangani, termasuk penyelesaian L/C dan sebagainya,” tutur Menhan.
Terkait pelaksanaan kerja Kemhan 2011, ia mengatakan difokukan padan pembangunan sistem pertahanan negara yang terintegrasi andal dan pro kesejahteraan.
“Terutama masalah kesejahteraan, kita sudah dapat tingkatkan kesejahteraan bagi TNI dan PNS Kemhan/TNI seperti tunjangan khusus bagi prajurit di perbatasan, renumerasi kinerja yaitu sekitar 40 persen dari gaji, kenaikan berkala, gaji ke-13, santunan dan tunjangan cacat prajurit yang baru saja terbit PP-nya untuk perbaiki aturan yang sebelumnya, agar lebih baik, rencana kenaikan uang lauk pauk,” paparnya.
Secara umum, pelaksanaan kerja Kemhan selain kesejahteraan dilakukan pula penataan organisasi internal direktorat bela negara, Universitas Pertahanan, dan penyelesaian kompleks Pusat Keamanan dan Perdamaian Indonesia di Sentuk yang akan menjadi pusat berbagai kegiatan seperti Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian, Penanggulangan Bencana, Pusat Olahraga Militer dan lainnya, tukas Purnomo.
“Semua sudah dapat dilaksanakan dengan baik, termasuk dengan perkembangan Litbang yang semakin baik. Sedangkan untuk pengawasan komite tertinggi untuk pengadaan alutsita, dan tim peniadaan penyimpangan pengadaan barang dan jasa serta sistem manjemen akuntansi mengingat aset yang cukup besar yang dimiliki TNI, juga sudah mulai berjalan baik sesuai standar yang ditetapkan,” ujarya, menambahkan.(Sumber : Antara)