<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>ardava.com</title>
	<atom:link href="http://ardava.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ardava.com</link>
	<description></description>
	<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 06:31:41 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Korps Marinir Gelar Latihan Di Penghujung Tahun 2011</title>
		<link>http://ardava.com/2011/12/27/korps-marinir-gelar-latihan-di-penghujung-tahun-2011/</link>
		<comments>http://ardava.com/2011/12/27/korps-marinir-gelar-latihan-di-penghujung-tahun-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 08:08:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardava</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Marinir]]></category>

		<category><![CDATA[TNI-AL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardava.com/?p=15500</guid>
		<description><![CDATA[

Sejumlah kendaraan tempur Korps Marinir saat melintas di Banongan-Situbondo, jalan raya Asembagus - Banyuwangi, Minggu, (25/12). Pergeseran kendaraan temnpur Korps Marinir itu dalam rangka persiapan latihan kesenjataan terpadu (Latsendu) Korps Marinir yang akan dilaksanakan di Pusat Latihan Tempur Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Kamis, 29 Desember 2011.(Sumber : Dispen Korps Marinir)(Gambar Lengkap)


Di akhir tahun 2011 ini, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;">
<div class="image"><img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://i41.tinypic.com/vhqh4l.gif" alt="Korps Marinir Gelar Latihan Di Penghujung Tahun 2011" width="245" height="160" /></p>
<h5 style="text-align: center;"><em>Sejumlah kendaraan tempur Korps Marinir saat melintas di Banongan-Situbondo, jalan raya Asembagus - Banyuwangi, Minggu, (25/12). Pergeseran kendaraan temnpur Korps Marinir itu dalam rangka persiapan latihan kesenjataan terpadu (Latsendu) Korps Marinir yang akan dilaksanakan di Pusat Latihan Tempur Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Kamis, 29 Desember 2011.(Sumber : Dispen Korps Marinir)(<a title="Foto Latihan Di Penghujung Tahun 2011" href="http://albumkorpsmarinir.blogspot.com/2011/12/foto-latihan-di-penghujung-tahun-2011.html"><span style="color: #0000FF;"><span style="text-decoration: underline;">Gambar Lengkap</span></span></a>)</em></h5>
</div>
</div>
<p style="text-align: justify;">Di akhir tahun 2011 ini, Korps Marinir menggelar Latihan Pemantapan  Brigade Pendarat (Lattap Brigrat) yang dilaksanakan di Pusat Latihan  Tempur Korps Marinir Baluran, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, mulai  tanggal 26 hingga 29 Desember 2011.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kemampuan taktik dan tehnik serta  keterampilan tiap-tiap kesenjataan dijajaran Korps Marinir, yang mana  Latihan tersebut merupakan latihan gabungan seluruh unsur-unsur  kesenjataan yang dimiliki oleh Korps Marinir TNI AL.</p>
<p style="text-align: justify;">Tujuan dari latihan ini yaitu menjadikan setiap prajurit Korps Marinir  TNI AL  memiliki  naluri lapangan yang tinggi dan memiliki kemampuan   bertempur sesuai dengan kesenjataan masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam latihan yang melibatkan 3.000 prajurit Baret Ungu dari berbagai  unsur ini, juga melibatkan sejumlah material tempur yang dimiliki oleh  Korps Marinir TNI AL diantaranya : 15 unit BMP-3F, 5 unit Tank PT-76, 32  unit BTR-50, 6 unit LVT-7, 4 unit BVP-2, 6 unit Roket Multi Laras (RM  70 Grad), 8 pucuk Howitzer 105 mm, dan 4 pucuk Meriam 57 mm. Selain itu  juga melibatkan 7 pesawat udara (3 unit Heli, 4 unit Cassa 212), 3 buah  Kapal Perang ( KRI Teluk Mandar, KRI Hasanudin, KRI Makassar), dan 4  unit Sea Raider.(<a title="Korps Marinir Gelar Latihan Di Penghujung Tahun 2011" href="http://www.marinir.mil.id/berita.php?id=20111227000053"><span style="color: #008000;"><span style="text-decoration: underline;"><em>Sumber : Dispen Korps Marinir</em></span></span></a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardava.com/2011/12/27/korps-marinir-gelar-latihan-di-penghujung-tahun-2011/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tubagus : Pemerintah Indonesia Harus Bisa Buat Tank Sendiri</title>
		<link>http://ardava.com/2011/12/16/tubagus-pemerintah-indonesia-harus-bisa-buat-tank-sendiri/</link>
		<comments>http://ardava.com/2011/12/16/tubagus-pemerintah-indonesia-harus-bisa-buat-tank-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2011 10:52:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardava</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[DEPHAN]]></category>

		<category><![CDATA[Dewan]]></category>

		<category><![CDATA[Industri Pertahanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardava.com/?p=16274</guid>
		<description><![CDATA[

Cikal Bakal Tank Pindat(Foto : Kaskus)


&#8220;PT Pindad sudah memiliki prototipe tank yang cocok untuk Indonesia.&#8221;
Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin  menyarankan pemerintah Republik Indonesia untuk membuat tank-tank  sendiri daripada membeli dari pihak luar. Sebelumnya, parlemen Belanda  menolak untuk menjual tank Leopard lama milik mereka ke Indonesia,  dengan alasan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;">
<div class="image"><img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://img534.imageshack.us/img534/107/img2461copy.jpg" alt="Cikal Bakal Tank Pindat" width="245" height="140" /></p>
<h5 style="text-align: center;"><em>Cikal Bakal Tank Pindat(Foto : Kaskus)</em></h5>
</div>
</div>
<p style="text-align: center;"><strong><em>&#8220;PT Pindad sudah memiliki prototipe tank yang cocok untuk Indonesia.&#8221;</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jakarta <strong></strong>– </strong>Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin  menyarankan pemerintah Republik Indonesia untuk membuat tank-tank  sendiri daripada membeli dari pihak luar. Sebelumnya, parlemen Belanda  menolak untuk menjual tank Leopard lama milik mereka ke Indonesia,  dengan alasan catatan Hak Asasi Manusia (HAM) RI yang buruk di mata  mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Tubagus mengaku heran mendengar kabar tersebut, karena  sebelumnya pemerintah sama sekali tidak pernah mendiskusikan rencana  pembelian tank Leopard dengan DPR. Politisi PDIP ini mengira pemerintah  berniat membuat tank sendiri, tidak membeli dari luar negeri.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tahun  2008, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan PT. Pindad untuk  membuat prototipe tank yang cocok di Indonesia. Sekarang, prototipe itu  sudah jadi, jenis tank kelas menengah yang cocok untuk jalanan di  Indonesia,” papar Tubagus kepada <em>VIVAnews</em>, Jumat 16 Desember 2011.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tinggal  alat bidik dan meriam yang perlu dibeli, tapi fisik tank-nya sudah  oke,” imbuhnya. Oleh karena itulah Tubagus mempertanyakan berubahnya  rencana awal pemerintah. “Ini sedang berjalan, kok lantas ada kebijakan  baru untuk membeli tank Leopard,” kata dia.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini, setelah  parlemen Belanda menolak menjual tank Leopard mereka ke Indonesia,  Tubagus meminta pemerintah RI kembali ke rencana awal mereka. “Kalau  pemerintah mau konsekuen dengan program mereka, teruskan pembuatan di  Pindad,” tegasnya. Menurutnya, memproduksi tank sendiri akan  menguntungkan Indonesia dari banyak segi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Berikan kesempatan  kepada anak Bangsa. Produksi dalam negeri sama artinya dengan memberi  kesempatan Pindad untuk bisa berkembang, karena biaya yang dibelanjakan  pemerintah akan kembali kepada negara, berhubung Pindad adalah  perusahaan negara,” jelas Tubagus.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tank Leopard tidak cocok</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tubagus  mengatakan Leopard tergolong tipe tank yang paling canggih, dengan  kapasitas 62 ton. Namun kapasitas tank yang berat inilah yang membuat  rencana pembelian tank tersebut kontroversial dan menjadi perdebatan di  antara ahli-ahli sistem persenjataan RI.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ini banyak  dipersoalkan, karena kapasitas tank Leopard dianggap terlalu berat.  Padahal, jalanan di Indonesia memiliki daya tahan dengan kapasitas  rendah. Tank seberat 62 ton akan sulit bergerak di jalanan di  Indonesia,” papar Tubagus.</p>
<p style="text-align: justify;">Parlemen Belanda, Tweede Kamer,  menolak menjual tank Leopard ke Indonesia, dengan alasan tidak ingin  terlibat dalam pelanggaran HAM yang menurut mereka kerap terjadi di  Indonesia. Mosi penolakan penjualan tank Leopard ke Indonesia,  disampaikan oleh dua partai Belanda yang duduk di parlemen.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kita  tahu mereka (RI) telah memporak-porandakan Aceh, Timor-Timur. Baru-baru  ini juga terjadi kerusuhan di Papua,” kata Arjan El Fassed dari Partai  Kiri Hijau yang menginisiasi mosi penolakan itu, seperti dikutip <em>Radio Nederland Siaran Indonesia</em>, Rabu 14 Desember 2011.</p>
<p style="text-align: justify;">Minat  Indonesia atas tank Leopard Belanda sebetulnya mendapat sambutan postif  pemerintah Belanda, yang segera mengutus Menteri Pertahanan mereka,  Hans Hillen, untuk menyampaikan hal tersebut kepada Tweede Kamer.  Kementerian Pertahanan Belanda ingin menjual tank-tank Leopard lama  mereka kepada Indonesia, sebagai bagian dari langkah penghematan  besar-besaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasca penolakan parlemen Belanda, pengamat militer  Indonesia Salim Said berpendapat, keputusan itu berpotensi mengganggu  hubungan bilateral kedua negara. “Pasti (penolakan penjualan tank itu)  akan berdampak. Apalagi situasi papua sedang menghangat. Banyak  kecurigaan dari Indonesia bahwa ada elemen-elemen Belanda yang masih  bermain di Papua,” terang Said.(<a title="Tubagus : Pemerintah Indonesia Harus Bisa Buat Tank Sendiri" href="http://nasional.vivanews.com/news/read/272621-dpr-sarankan-pemerintah-ri-buat-tank-sendiri"><span style="color: #008000;"><span style="text-decoration: underline;"><em>Sumber : Viva News</em></span></span></a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardava.com/2011/12/16/tubagus-pemerintah-indonesia-harus-bisa-buat-tank-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kasad : TNI-AD Akan Memodernisasi Alutsista Dalam Tiga Tahun Ke Depan</title>
		<link>http://ardava.com/2011/12/16/kasad-tni-ad-akan-memodernisasi-alutsista-dalam-tiga-tahun-ke-depan/</link>
		<comments>http://ardava.com/2011/12/16/kasad-tni-ad-akan-memodernisasi-alutsista-dalam-tiga-tahun-ke-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2011 07:45:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardava</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[TNI-AD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardava.com/?p=16272</guid>
		<description><![CDATA[

Sejumlah prajurit TNI AD berbaris pada upacara peringatan Hari Juang Kartika, di lapangan parade Kodam IV/Diponegoro, di Semarang, Jateng, Kamis (15/12). TNI AD akan melaksanakan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam tiga tahun kedepan, karena selama ini lebih dari 20 tahun TNI AD tidak melakukan modernisasi alutsistanya yang sudah cukup tua. (Foto: ANTARA/R. Rekotomo/Koz/mes/11)


Cimahi  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;">
<div class="image"><img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-BfzxDgKvts4/Tuo6yIOHlOI/AAAAAAAAX2o/u7AXHnYfLEg/s1600/HariJuangKartika151211-2.jpg" alt="peringatan Hari Juang Kartika, di lapangan parade Kodam IV/Diponegoro" width="245" height="140" /></p>
<h5 style="text-align: center;"><em>Sejumlah prajurit TNI AD berbaris pada upacara peringatan Hari Juang Kartika, di lapangan parade Kodam IV/Diponegoro, di Semarang, Jateng, Kamis (15/12). TNI AD akan melaksanakan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam tiga tahun kedepan, karena selama ini lebih dari 20 tahun TNI AD tidak melakukan modernisasi alutsistanya yang sudah cukup tua. (Foto: ANTARA/R. Rekotomo/Koz/mes/11)</em></h5>
</div>
</div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cimahi  - </strong>Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI  Pramono Edhie Wibowo menyatakan, dengan berbekal alokasi anggaran  sebesar Rp14 triliun, TNI Angkatan Darat akan memodernisasi alat utama  sistem persenjataannya (Alutsista) dalam tiga tahun ke depan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Negara  telah mengalokasikan anggaran cukup besar bagi TNI Angkatan Darat (AD)  untuk melaksanakan modernisasi alutsista setelah 20 tahun lebih TNI AD  tidak melakukan modernisasi alutsista sudah cukup tua usianya,&#8221; kata  Pramono Edhie Wibowo kepada wartawan setelah memimpin upacara peringatan  Hari Juang Kartika ke-66 di Lapangan Mako Brigif 15 Kujang Kota Cimahi,  Jawa Barat, Kamis.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurutnya, pembangunan TNI AD saat ini dan  kedepan diarahkan pada terwujudnya kekuatan minimum atau Minimum  Essential Force (MEF) yang dilakukan dengan meningkatkan kesiapan  operasional satuan, kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan prajurit  dan PNS beserta keluarganya serta tertib administrasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini semua  ditujukan agar TNI AD dalam penguasaan alutsista mempunyai kesamaan  teknologi dengan AD negara tetangga. Sehingga latihan bersama yang  selama ini dilakukan dengan negara-negara sahabat dapat terus  ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya tidak terbatas pada  kecabangan tertentu saja.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kesepakatan kita bersama negara-negara  sahabat untuk menjaga keamanan kawasan serta melindungi negara. Hal ini  sesuai dengan amanat Panglima Besar Jenderal Soedirman,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Terkait  dengan itu, TNI AD telah melaksanakan reformasi internalnya dengan  baik. Keberhasilan ini ditandai dengan keberadaan TNI AD di berbagai  daerah yang senantiasa dapat diterima segenap lapisan masyarakat serta  banyaknya permintaan pemerintah daerah untuk melaksanakan TNI Manunggal  Masuk Desa (TMMD) skala besar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya ucapkan terima kasih atas  perubahan sikap yang telah dilakukan sehingga membawa manfaat untuk  kenpentingan bangsa dan negara. Namun demikian, hendaknya kita harus  melanjutkan upaya reformasi internal guna menuju TNI AD yang profesional  tanpa tergeser dari jati dirinya,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut KSAD  mengatakan, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia merupalan prasyarat  utama dalam memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa  Indonesia. Tanpa kesatuan dengan rakyat, mustahil tercipta TNI AD yang  mampu menjalankan perannya sebagai kekuatan penangkal, penindak dan  pemulih.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sejarah telah membuktikan bahwa efektifitas sinergitas  TNI dan rakyat sebagai satu kekuatan telah berhasil mengatasi berbagai  ancaman, gangguan dan hambatan,&#8221; ujarnya.(<a title="Kasad : TNI-AD Akan Memodernisasi Alutsista Dalam Tiga Tahun Ke Depan" href="http://www.antarajawabarat.com/lihat/berita/35299/ksad-tni-ad-modernisasi-persenjataan"><span style="color: #008000;"><span style="text-decoration: underline;"><em>Sumber : Antara</em></span></span></a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardava.com/2011/12/16/kasad-tni-ad-akan-memodernisasi-alutsista-dalam-tiga-tahun-ke-depan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Wilayah Perbatasan RI Cukup Dijaga Satuan Setingkat Batalyon</title>
		<link>http://ardava.com/2011/12/16/wilayah-perbatasan-ri-cukup-dijaga-satuan-setingkat-batalyon/</link>
		<comments>http://ardava.com/2011/12/16/wilayah-perbatasan-ri-cukup-dijaga-satuan-setingkat-batalyon/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2011 07:32:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardava</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perbatasan]]></category>

		<category><![CDATA[TNI-AD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardava.com/?p=16270</guid>
		<description><![CDATA[Ngabang, Kalimantan Barat - Garis perbatasan Indonesia  dengan Negara Bagian Sarawak di Malaysia Timur itu sekitar 1.000  kilometer panjangnya. Walau sempat beberapa kali gejolak terjadi di  sana, namun penjagaan perbatasan negara itu cukup dilakukan satuan  setingkat batalion saja.
&#8220;Sampai saat ini belum ada kebijakan  pimpinan menambah personil di perbatasan meskipun sempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://i631.photobucket.com/albums/uu40/razabanjar/Anggotayonif631AntangCekKelengkapan.jpg" alt="Satgas Puter Korps Marinir" width="250" height="160" />Ngabang, Kalimantan Barat - </strong>Garis perbatasan Indonesia  dengan Negara Bagian Sarawak di Malaysia Timur itu sekitar 1.000  kilometer panjangnya. Walau sempat beberapa kali gejolak terjadi di  sana, namun penjagaan perbatasan negara itu cukup dilakukan satuan  setingkat batalion saja.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sampai saat ini belum ada kebijakan  pimpinan menambah personil di perbatasan meskipun sempat terjadi  ketegangan mengenai batas dua negara,&#8221; kata Kepala Staf Kodam  XII/Tanjungpura, Brigadir Jenderal TNI Robby Win Kadir, usai upacara  Hari Juang Kartika 2011 di Mandor, Landak, Kamis.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika ada yang  menganggap jumlah itu kurang &#8211;satu batalion sekitar 700 personel&#8211; dia  katakan, &#8220;Juga bahu-membahu dengan unsur lain. Dengan kerjasama seperti  itu akan memudahkan koordinasi dalam menjaga secara bersama-sama tapal  batas negara.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Seluruh perbatasan darat Indonesia dijaga  batalion-batalion infantri dan pendukung lain dari TNI-AD melalui  komando kewilayahan setempat. Di antaranya yang terjadi di perbatasan  Indonesia dengan negara Timor Timur di Pulau Timor.</p>
<p style="text-align: justify;">378 kilometer  garis perbatasan negara di sana itu dijaga secara bergantian oleh tiga  batalion infantri dari lingkungan Komando Daerah Militer IX/Udayana  dalam periode penugasan tertentu. Kabarnya, rotasi penugasan itu akan  dipercepat menjadi enam bulan saja setelah selama ini 12 bulan.(<a title="Wilayah Perbatasan RI Cukup Dijaga Satuan Setingkat Batalyon" href="http://www.antaranews.com/berita/289050/perbatasan-cukup-dijaga-setingkat-batalyon"><span style="color: #008000;"><span style="text-decoration: underline;"><em>Sumber : Antara</em></span></span></a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardava.com/2011/12/16/wilayah-perbatasan-ri-cukup-dijaga-satuan-setingkat-batalyon/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kasdam VII Wirabuana : 20 Tahun Alutsista TNI Tidak Pernah Dimodernisasi</title>
		<link>http://ardava.com/2011/12/16/kasdam-vii-wirabuana-20-tahun-alutsista-tni-tidak-pernah-dimodernisasi/</link>
		<comments>http://ardava.com/2011/12/16/kasdam-vii-wirabuana-20-tahun-alutsista-tni-tidak-pernah-dimodernisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2011 07:25:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardava</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[TNI-AD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardava.com/?p=16267</guid>
		<description><![CDATA[MAMUJU - Kepala Staf Kodam VII Wirabuana Makassar, Brigjend Hary Mulyono  menyampaikan, sudah 20 tahun alat utama sistem persenjataan (Alutsista)  TNI tidak pernah dimodernisasi. Tidak mengherankan bila Indonesia  tertinggal dari negara lain dalam sistem dan teknologi persenjataan
Saat  menjadi pemimpin upacara pada peringatan Hari Juang Kartika yang  dilaksanakan di anjungan pantai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ks0W5U6zc_E/TuqYWwUOU1I/AAAAAAAAGbs/RcXy-L7kKME/s1600/1.jpg" alt="Alutsista TNI-AD" width="250" height="160" />MAMUJU - </strong>Kepala Staf Kodam VII Wirabuana Makassar, Brigjend Hary Mulyono  menyampaikan, sudah 20 tahun alat utama sistem persenjataan (Alutsista)  TNI tidak pernah dimodernisasi. Tidak mengherankan bila Indonesia  tertinggal dari negara lain dalam sistem dan teknologi persenjataan</p>
<p style="text-align: justify;">Saat  menjadi pemimpin upacara pada peringatan Hari Juang Kartika yang  dilaksanakan di anjungan pantai Manakarra, Mamuju, Sulbar, Kamis  (15/12), ia menegaskan TNI akan melaksanakan modernisasi alutsista untuk  tiga tahun kedepan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Perkembangan ekonomi Indonesia dewasa ini  semakin baik, sehingga negara telah mengalokasikan dana cukup besar bagi  TNI angkatan darat untuk melaksanakan modernisasi,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Wajarlah  jika negara telah memberikan alokasi anggaran yang besar untuk  modernisasi alutsista untuk tiga tahun kedepan. Sebab, sudah 20 tahun  alutsita tidak pernah dimodernisasi,&#8221;ucapnya. Ia mengatakan, pemberian  anggaran untuk alutsista tersebut dituujukan agar TNI angkatan darat  dalam penguasaan alutsista mempunyai kesamaan teknologi dengan  negara-negara tetangga.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jika kita memiliki kesamaan teknologi  maka TNI pun bisa mengikuti latihan bersama yang selama ini dilakukan  para negara sahabat,&#8221;jelasnya. Kasdam juga menyampaikan jika di internal  TNI telah melaksanakan reformasi. Keberhasilan itu ditandai dengan  kehadiran TNI yang bisa diterima semua lapisan masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;TNI  adalah angkatan perang yang menjadi kebanggaan rakyat karena mampu  melindungi kemerdekaan negara Indonesia dan menjamin keamanan rakyat,&#8221;  ucapnya.(<a title="Kasdam VII Wirabuana : 20 Tahun Alutsista TNI Tidak Pernah Dimodernisasi" href="http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/11/12/15/lw94la-wajar-bila-tertinggal-20-tahun-alutsista-indonesia-tak-dimutakhirkan"><span style="color: #008000;"><span style="text-decoration: underline;"><em>Sumber : Republika</em></span></span></a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardava.com/2011/12/16/kasdam-vii-wirabuana-20-tahun-alutsista-tni-tidak-pernah-dimodernisasi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kopassus Laksanakan Latihan Simulasi Penanganan Anti Separatis Di Sekadau</title>
		<link>http://ardava.com/2011/12/15/kopassus-laksanakan-latihan-simulasi-penanganan-anti-separatis-di-sekadau/</link>
		<comments>http://ardava.com/2011/12/15/kopassus-laksanakan-latihan-simulasi-penanganan-anti-separatis-di-sekadau/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 12:30:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardava</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kopassus]]></category>

		<category><![CDATA[TNI-AD]]></category>

		<category><![CDATA[TNI-AL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardava.com/?p=16264</guid>
		<description><![CDATA[

KALBAR - Sejumlah prajurit Kopassus meneriakkan yel-yel saat latihan simulasi penanganan anti separatis di hutan Desa Gonis Tekam, Kabupaten Sekadau, Kalbar, Kamis (15/12). Simulasi penanganan anti separatis yang digelar oleh Kopassus untuk memantapkan kemampuan tempur prajurit komando di daerah rawa dan hutan Kalbar tersebut, merupakan bentuk pengamanan terhadap kedaulatan NKRI dari gerakan separatis. FOTO ANTARA/Jessica [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;">
<div class="image"><img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-5iHjsoWMkYk/Tuod6tEqYMI/AAAAAAAAX14/H2pK8sWL5JY/s1600/antarafoto-1323940512-.jpg" alt="Kopassus Laksanakan Latihan Simulasi Penanganan Anti Separatis Di Sekadau" width="245" height="160" /></p>
<h5 style="text-align: center;"><em>KALBAR - Sejumlah prajurit Kopassus meneriakkan yel-yel saat latihan simulasi penanganan anti separatis di hutan Desa Gonis Tekam, Kabupaten Sekadau, Kalbar, Kamis (15/12). Simulasi penanganan anti separatis yang digelar oleh Kopassus untuk memantapkan kemampuan tempur prajurit komando di daerah rawa dan hutan Kalbar tersebut, merupakan bentuk pengamanan terhadap kedaulatan NKRI dari gerakan separatis. FOTO ANTARA/Jessica Wuysang/Koz/mes/11.(<a title="Foto Kopassus Laksanakan Latihan Simulasi Penanganan Anti Separatis Di Sekadau" href="http://albumkopassus.blogspot.com/2011/12/foto-kopassus-laksanakan-latihan.html"><span style="color: #0000FF;"><span style="text-decoration: underline;">Gambar Lengkap</span></span></a>)</em></h5>
</div>
</div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sekadau - </strong>Setelah melakukan latihan perang di kawasan  hutan Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi dan di Kabupaten Sintang.  Komando Pasukan Khusus (Kopassus) akan melanjutkan kegiatan tersebut di  Kecamatan Sekadau, Dusun Gonis Tekam, hari ini (15/12).</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan  yang diikuti oleh 262 prajurit ini, akan melakukan giat yang senada  pada hari sebelumnya. Dengan mengusung tema Satuan Tugas Pasukan Khusus  Parakomando untuk operasi wilayah di seluruh Pulau Kalimantan. Wadanjen  Kopassus Brigjen TNI, Doni Munardo menuturkan, latihan ini dalam rangka  Operasi Pemulihan Keamanan. Bertujuan untuk meningkatkan dan menguji  kemampuan serta ketersediaan operasional satuan jajaran Kopassus.  Terutama dalam menghadapi tantangan tugas di masa mendatang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia  mengatakan, Kopassus harus terus memelihara kemampuan yang ada. Melalui  pembinaan latihan secara bertahap, berharap akan meningkatkan latihan  sebagai kebutuhan Kopassus itu sendiri. “Sebagai prajurit harus siap  untuk mengemban tugas sesuai dengan fungsi,” cetusnya. Setelah melakukan  latihan perang, Prajurit Kopassus juga akan diperintahkan untuk  melakukan pengecekkan di seluruh patok batas yang ada di Kalimantan  Barat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian dibuntuti dengan ekspedisi. “Untuk kedepan, kami  akan melanjutkan bhakti sosial di Camar Bulan, Kabupaten Sambas. Hal  tersebut juga ditujukan untuk menjaga keamanan daerah sekitar. Begitu  juga terhadap masyarakat sekitar. Kita akan melakukan pendekatan, demi  mencapai persatuan dan kesatuan sebagai Warga Negara Indonesia,”  terang  Doni.</p>
<p style="text-align: justify;">Perubahan  lingkungan strategis pada lingkup global, regional dan nasional,  senantiasa bergerak cepat. Dan diikuti segala dampak negatif yang dapat  mempengaruhi seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kegiatan  ini, suatu bentuk latihan dengan melihat tren yang berkembang secara  global di masa sekarang. Begitu juga terhadap operasi khusus perang yang  bersifat Asymetric Warfare.Dinamika ini. Kami berusaha untuk  mengimbangi,” tandasnya.(<a title="Kopassus Laksanakan Latihan Simulasi Penanganan Anti Separatis Di Sekadau" href="http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&amp;id=103047"><span style="color: #008000;"><span style="text-decoration: underline;"><em>Sumber : Pontianak Pos</em></span></span></a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardava.com/2011/12/15/kopassus-laksanakan-latihan-simulasi-penanganan-anti-separatis-di-sekadau/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

