<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>ardava.com</title>
	<atom:link href="http://ardava.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ardava.com</link>
	<description></description>
	<pubDate>Fri, 18 May 2012 10:28:45 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kemenhan-DPR Gelar Rapat Konsultasi Bahas Polemik Sukhoi</title>
		<link>http://ardava.com/2012/03/10/kemenhan-dpr-gelar-rapat-konsultasi-bahas-polemik-sukhoi/</link>
		<comments>http://ardava.com/2012/03/10/kemenhan-dpr-gelar-rapat-konsultasi-bahas-polemik-sukhoi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2012 07:38:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardava</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[DEPHAN]]></category>

		<category><![CDATA[Dewan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardava.com/?p=19221</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta - Pekan depan Kementerian  Pertahanan (Kemenhan) akan menggelar rapat konsultasi dengan Komisi I  DPR RI membahas polemik yang beredar di masyarakat terkait pengadaan  alutsista.
&#8220;Bukan pemanggilan, tapi rapat konsultasi untuk membahas pengadaan  alutsista. Dengan adanya rapat konsultasi ini, kita harap semua polemik  yang beredar di masyarakat terkait dugaan mark-up itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20120309_015937_sukhoi2.jpg" alt="Sukhoi TNI-AU" width="250" height="160" />Jakarta - </strong>Pekan depan Kementerian  Pertahanan (Kemenhan) akan menggelar rapat konsultasi dengan Komisi I  DPR RI membahas polemik yang beredar di masyarakat terkait pengadaan  alutsista.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Bukan pemanggilan, tapi rapat konsultasi untuk membahas pengadaan  alutsista. Dengan adanya rapat konsultasi ini, kita harap semua polemik  yang beredar di masyarakat terkait dugaan mark-up itu bisa reda,&#8221; kata  Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Kemenhan Brigjen TNI Hartind Asrin,  di Bandung, Jumat (9/3).</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Hartind, pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan rapat konsultasi ini bakal digelar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Yang jelas pekan depan,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP Tritamtomo mengatakan rapat  konsultasi ini akan digelar secara terbuka sesegera mungkin.  Menurutnya, Komisi I terutama mengharapkan kehadiran anggota High Level  Comittee (HLC) yang diketuai Wamenhan Sjafrie Syamsoeddin dalam rapat  tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Karena sesuai dengan instruksi Presiden, Wamenhan-lah yang punya  wewenang dalam pengadaan alutsista. Untuk itu, Komisi I akan meminta  konfirmasi kepada HLC dan Wamenhan,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ditambahkan Tritamtomo, selain membahas mekanisme pengadaan  alutsista secara rinci, secara khusus Komisi I juga akan mempertanyakan  dugaan adanya mark up dalam pembelian enam pesawat Sukhoi SU-30MK2 dalam  proyek pengadaan alutsista TNI AU.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Untuk menjawab kesimpangsiuran yang selama ini berkembang di  masyarakat terkait pengadaan Sukhoi ini. Semua tentunya akan terjawab  setelah rapat konsultasi dengan Kemenhan nanti,&#8221; katanya.(<a title="Kemenhan-DPR Gelar Rapat Konsultasi Bahas Polemik Sukhoi" href="http://www.mediaindonesia.com/read/2012/03/09/304221/284/1/Pekan-Depan-Kemenhan-Komisi-I-Bahas-Polemik-Sukhoi"><span style="color: #008000;"><span style="text-decoration: underline;"><em>Sumber : MI</em></span></span></a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardava.com/2012/03/10/kemenhan-dpr-gelar-rapat-konsultasi-bahas-polemik-sukhoi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PT DI Harapkan Korsel Pesan CN-235 Lagi</title>
		<link>http://ardava.com/2012/03/10/pt-di-harapkan-korsel-pesan-cn-235-lagi/</link>
		<comments>http://ardava.com/2012/03/10/pt-di-harapkan-korsel-pesan-cn-235-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2012 07:35:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardava</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Industri Pertahanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardava.com/?p=19217</guid>
		<description><![CDATA[

CN-235 milik Senegal (kiri) dan Korea Coast Guard (kanan)


BANDUNG - PT Dirgantara Indonesia (DI) telah telah menyerahkan sebanyak  delapan unit pesawat CN-235 kepada pihak Angkatan Udara Korea Selatan  (Republic of Korea Air Force). Jumlahnya masing-masing enam buah dengan  konfigurasi paratroop, satu unit dengan konfigurasi VIP dan satunya lagi dengan konfigurasi VVIP.
&#8220;Total  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;">
<div class="image"><img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/230893_1842645478950_1625007160_1783480_2497204_n.jpg" alt="CN-235 milik Senegal (kiri) dan Korea Coast Guard (kanan)" width="245" height="160" /></p>
<h5 style="text-align: center;"><em>CN-235 milik Senegal (kiri) dan Korea Coast Guard (kanan)</em></h5>
</div>
</div>
<p style="text-align: justify;"><strong>BANDUNG - </strong>PT Dirgantara Indonesia (DI) telah telah menyerahkan sebanyak  delapan unit pesawat CN-235 kepada pihak Angkatan Udara Korea Selatan  (Republic of Korea Air Force). Jumlahnya masing-masing enam buah dengan  konfigurasi <em>paratroop</em>, satu unit dengan konfigurasi VIP dan satunya lagi dengan konfigurasi VVIP.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Total  sudah 12 pesawat buatan kami dipakai Korea Selatan,&#8221; terang Direktur  Utama PT DI, Budi Santoso, Jumat (9/3) di Bandara Husein Sastranegara,  Bandung.</p>
<p style="text-align: justify;">Budi menjelaskan, potensi pasar CN235 di Korea Selatan  masih sangat bagus dan PTDI mengharapkan masih akan mendapatkan lagi  pesanan berikutnya. &#8220;Kami sudah mengajukan lagi tawaran dan semoga  diterima,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Anggota Komisi I DPR Tritamtomo mendukung  langkah kemajuan PT DI yang semakin diakui dunia. Dia menyebut, ke  depannya pemerintah wajib membeli alutsista dari dalam negeri yang mampu  diproduksi PT DI, PT Pindad, maupun PT PAL. Menurutnya, pemerintah  harus mendukung industri pertahanan dalam negeri ke depannya.(<a title="PT DI Harapkan Korsel Pesan CN-235 Lagi" href="http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/03/09/m0loj0-pt-di-harapkan-korsel-pesan-cn235-lagi"><span style="color: #008000;"><span style="text-decoration: underline;"><em>Sumber : Republika</em></span></span></a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardava.com/2012/03/10/pt-di-harapkan-korsel-pesan-cn-235-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kadispen AU : Tidak Ada Rencana Akuisisi F-5 Taiwan</title>
		<link>http://ardava.com/2012/03/10/kadispen-au-tidak-ada-rencana-akuisisi-f-5-taiwan-2/</link>
		<comments>http://ardava.com/2012/03/10/kadispen-au-tidak-ada-rencana-akuisisi-f-5-taiwan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2012 07:24:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardava</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[TNI-AU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardava.com/?p=19215</guid>
		<description><![CDATA[

F-5 E/F Tiger II Milik TNI AU (Foto: Istimewa)


Jakarta - Terkait adanya pemberitaan TNI AU tertarik dengan rencana Taiwan yang  akan menghibahkan pesawat tempur F-5 E/F Tiger II, Kadispen TNI AU,  Marsma TNI Azman Yunus membantah adanya rencana tersebut.
“Kita tidak ada program F-5 dari Taiwan,” jelas Azman Yunus melalui pesan singkat kepada itoday, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;">
<div class="image"><img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.itoday.co.id/images/stories/itoday-images/Untitled3.jpg" alt="F-5 E/F Tiger II Milik TNI AU (Foto: Istimewa)" width="245" height="140" /></p>
<h5 style="text-align: center;"><em>F-5 E/F Tiger II Milik TNI AU (Foto: Istimewa)</em></h5>
</div>
</div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jakarta - </strong>Terkait adanya pemberitaan TNI AU tertarik dengan rencana Taiwan yang  akan menghibahkan pesawat tempur F-5 E/F Tiger II, Kadispen TNI AU,  Marsma TNI Azman Yunus membantah adanya rencana tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kita tidak ada program F-5 dari Taiwan,” jelas Azman Yunus melalui pesan singkat kepada itoday, Jum’at (9/3).</p>
<p style="text-align: justify;">F-5  E/F Tiger II adalah pesawat tempur buatan Northrop Grumman, Amerika  Serikat (AS), yang mulai dikembangkan sejak dekade 1960-an.</p>
<p style="text-align: justify;">Pesawat  tempur yang dikenal dengan sebutan “needle fighter” ini, termasuk  pesawat sukses dalam hal penjualan dan performanya, walau AS sendiri  tidak menggunakan F-5 di jajaran tempur utamanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai pesawat  tempur interceptor/pencegat, F-5 E/F Tiger II mampu menggotong senjata  seperti, dua meriam kaliber 20 mm Pontiac M39A2, berbagai jenis rudal  seperti AIM-7 Sparrow, AIM-9 Sidewinder, AGM-65 Maverick dan AIM-120  AMRAAM. Dan persenjataan jenis bom, seperti, M129 Leaflet, bom Mk82, bom  Mk84 dan bom cluster CBU-24/49/52/58.</p>
<p style="text-align: justify;">Indonesia sendiri sudah  menggunakan pesawat tempur ini sejak 1980, lewat program Foreign  Military Sales (FMS), dan pernah mengalami peningkatan kemampuan di  1995, lewat program Modernize of Avionics Capabilities for Armament  &amp; Navigation (MACAN) oleh SABCA, Belgia.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini setelah berumur  22 tahun, TNI AU berencana kembali meningkatkan kemampuan pesawat  tempur mungil ini, dengan menggandeng PT. Infoglobal Teknologi Semesta,  dimana rencananya perusahaan asal Surabaya ini akan meningkatkan  kemampuan avionik sang Macan TNI A, agar bisa bertugas hingga 2020.(<a title="Kadispen AU: Tidak Ada Rencana Akuisisi F-5 Taiwan" href="http://www.itoday.co.id/politik/5946-kadispen-au-tidak-ada-rencana-akuisisi-f-5-taiwan"><span style="color: #008000;"><span style="text-decoration: underline;"><em>Sumber : Itoday</em></span></span></a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardava.com/2012/03/10/kadispen-au-tidak-ada-rencana-akuisisi-f-5-taiwan-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Wamenhan : PT DI Penuhi Syarat Internasional</title>
		<link>http://ardava.com/2012/03/10/wamenhan-pt-di-penuhi-syarat-internasional/</link>
		<comments>http://ardava.com/2012/03/10/wamenhan-pt-di-penuhi-syarat-internasional/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2012 07:15:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardava</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[DEPHAN]]></category>

		<category><![CDATA[Industri Pertahanan]]></category>

		<category><![CDATA[Korea Selatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardava.com/?p=19213</guid>
		<description><![CDATA[Bandung - Kepercayaan Pemerintah Korea Selatan terhadap  produk PT Dirgantara Indonesia merupakan sinyalemen yang baik untuk  meningkatkan hubungan Korea Selatan dengan Indonesia. Hal itu dikatakan  Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat serah terima pesawat  CN235/MPA (Maritime Patrol Aircraft) kepada Korean Coast Guard (KCG) di  Hanggar CN-235 PT Dirgantara di Bandung, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-KZ6J691s2gk/T1oU94hVvXI/AAAAAAAAMiM/JVfm4LPrm_M/s400/CN235%2BKorea_Taegu%2BLee.jpg" alt="CN-235 MPA Pesanan Korsel" width="250" height="160" />Bandung - </strong>Kepercayaan Pemerintah Korea Selatan terhadap  produk PT Dirgantara Indonesia merupakan sinyalemen yang baik untuk  meningkatkan hubungan Korea Selatan dengan Indonesia. Hal itu dikatakan  Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat serah terima pesawat  CN235/MPA (Maritime Patrol Aircraft) kepada Korean Coast Guard (KCG) di  Hanggar CN-235 PT Dirgantara di Bandung, Jumat (9/3).</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pemerintah berharap kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan bisa  diperdalam lagi. Penyerahan pesawat ini menjadi titik awal,&#8221; kata  Sjafrie. Selain Sjafrie, hadir pula Wakil Menteri Perindustrian Alex SW  Retraubun, Direktur Utama PT Dirgantara Budi Santoso, anggota Komisi I  DPR Tritamtomo dan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim  Young-Sun.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Sjafrie, pesawat CN-235/MPA merupakan versi terbaru produksi PT  Dirgantara dengan spesialisasi patroli maritim. Pesawat dilengkapi radar  untuk mendeteksi kapal-kapal di perairan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Versi MPA saat ini menjadi unggulan dan tren, terutama bagi negara yang  memiliki wilayah perairan. Produk PT Dirgantara tidak kalah dengan  produk pesawat terbang dari negara lain yang sejenis. PT Dirgantara  telah memenuhi syarat sebagai perusahaan internasional. Tolok ukurnya  kualitas, delivery dan rights,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Duta Besar Korea Selatan Kim Young-Sun mengatakan, pihaknya berharap  dapat memperdalam kerja sama dengan Indonesia. &#8220;Bukan hanya pada  jual-beli pesawat, tapi hingga kemitraan strategis. Korea Selatan  memandang penting Indonesia sebagai mitra,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain empat unit pesawat untuk kebutuhan KCG, PT Dirgantara menjual 8  unit pesawat jenis CN-235 ke Angkatan Udara Korea Selatan (Republic of  Korea Air Force), masing-masing enam buah dengan konfigurasi paratroop,  satu unit dengan konfigurasi VIP dan satunya lagi dengan konfigurasi  VVIP.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Total sudah 12 pesawat buatan kami dipakai Korea Selatan,&#8221; kata Budi  Santoso. Kendati begitu, pasar CN-235 di Korea Selatan masih cukup  potensial. &#8220;Saya lihat Korea Selatan masih membutuhkan banyak pesawat  jenis ini. Kami sudah mengajukan lagi tawaran, semoga diterima,&#8221;  katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Anggota Komisi I DPR Tritamtomo mengatakan, ke depan pemerintah wajib  membeli alutsista dari dalam negeri yang mampu diproduksi PT Dirgantara,  PT Pindad, maupun PT PAL. &#8220;Pemerintah harus mendukung industri  pertahanan dalam negeri,&#8221; kata Tritamtomo.(<a title="Wamenhan : PT DI Penuhi Syarat Internasional" href="http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2012/03/09/84387/Wamenhan-PT-DI-Penuhi-Syarat-Internasional"><span style="color: #008000;"><span style="text-decoration: underline;"><em>Sumber : Metro TV</em></span></span></a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardava.com/2012/03/10/wamenhan-pt-di-penuhi-syarat-internasional/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>TNI-AU Berminat Jet Tempur F-5 E/F Tiger II Milik AU Taiwan</title>
		<link>http://ardava.com/2012/03/10/tni-au-berminat-jet-tempur-f-5-ef-tiger-ii-milik-au-taiwan/</link>
		<comments>http://ardava.com/2012/03/10/tni-au-berminat-jet-tempur-f-5-ef-tiger-ii-milik-au-taiwan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2012 07:10:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardava</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[TNI-AU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardava.com/?p=17886</guid>
		<description><![CDATA[

F-5 E/F Tiger II Milik Angkatan Udara Taiwan (Foto: airliners.net)


 Jakarta - Kebutuhan akan pemenuhan minimum essential forces  (MEF) memaksa TNI terus menambah jumlah alat utama sistem senjata  (Alutsista)-nya. Salah satunya dengan menambah jumlah pesawat tempur  milik TNI AU.
Setelah menyatakan akan menerima hibah 24 pesawat  tempur F-16 C/D, dikabarkan, TNI AU [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;">
<div class="image"><img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.itoday.co.id/plugins/content/imagesresizecache/175137068d991d748a28c9ae8c2fa272.jpeg" alt="F-5 E/F Tiger II Milik AU Taiwan" width="245" height="160" /></p>
<h5 style="text-align: center;"><em>F-5 E/F Tiger II Milik Angkatan Udara Taiwan (Foto: airliners.net)</em></h5>
</div>
</div>
<p style="text-align: justify;"><strong><strong></strong> Jakarta - </strong>Kebutuhan akan pemenuhan minimum essential forces  (MEF) memaksa TNI terus menambah jumlah alat utama sistem senjata  (Alutsista)-nya. Salah satunya dengan menambah jumlah pesawat tempur  milik TNI AU.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah menyatakan akan menerima hibah 24 pesawat  tempur F-16 C/D, dikabarkan, TNI AU berminat juga terhadap pesawat  tempur F-5 E/F Tiger II milik Angkatan Udara Taiwan. Kepala Staf TNI-  AU, Marsekal  TNI Imam Sufaat menyatakan pihaknya sedang  mempertimbangkan rencana tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Taiwan merupakan satu sekutu  Amerika Serikat. Negara kepulauan itu berhadapan langsung dengan China  dan senantiasa mendapat kemudahan dalam pengadaan atau peremajaan  arsenal dari Amerika Serikat.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ya, itu baik, akan kami  pertimbangkan,&#8221; katanya, usai memimpin serah terima jabatan Komandan  Komando Pendidikan TNI-AU, di Jakarta, Jumat.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Sufaat,  Taiwan berencana menghibahkan sekitar satu skadron F-5E/F. &#8220;Kira-kira  jumlahnya satu skadron,&#8221; ungkapnya. Satu skuadron udara berkekuatan  antara 12 hingga 20 pesawat terbang, dilengkapi sejenis depo  pemeliharaan dan persenjataan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sufaat mengemukakan usia pakai  pesawat-pesawat F-5E/F Tiger II TNI-AU, yang saat ini tergabung dalam  Skuadron Udara 14, akan ditingkatkan kemampuannya agar bisa bertahan  hingga 2020.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saat ini rata-rata jam terbang pesawat-pesawat F-5  kita tersisa 4.000 dari 10.000 jam terbang yang dimiliki. Jika setahun  200 jam terbang, maka bisa sampai 2020,&#8221; ujar Sufaat.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada  kesempatan yang sama Asisten Perencanaan Kepala Staf TNI-AU, Marsekal  Muda TNI Rodi Suprasodjo, mengatakan semua F-5E/F Indonesia masih dapat  berfungsi baik tidak perlu ditingkatkan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jika fungsi-fungsinya masih dapat berjalan baik dan maksimal &#8230;ya tidak perlu di-up grade&#8230;hemat biaya,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun  yang patut dipertanyakan, sejauh mana kondisi pesawat F-5 E/F Tiger II  milik Taiwan tersebut? Sudah berapa jam terbangkah pesawat-pesawat  tersebut? Dan dapat bertahan hingga kapan pesawat F-5 E/F Tiger II  tersebut, jika jadi diambil oleh TNI AU.(<a title="TNI-AU Berminat Jet Tempur F-5 E/F Tiger II Milik AU Taiwan" href="http://www.itoday.co.id/politik/5945-lagi-tni-au-berminat-pada-pesawat-bekas"><span style="color: #008000;"><span style="text-decoration: underline;"><em>Sumber : Itoday</em></span></span></a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardava.com/2012/03/10/tni-au-berminat-jet-tempur-f-5-ef-tiger-ii-milik-au-taiwan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menhan : Tidak Semua Pembelian Alutsista Harus Jadi Konsumsi Publik</title>
		<link>http://ardava.com/2012/03/09/menhan-tidak-semua-pembelian-alutsista-harus-jadi-konsumsi-publik/</link>
		<comments>http://ardava.com/2012/03/09/menhan-tidak-semua-pembelian-alutsista-harus-jadi-konsumsi-publik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Mar 2012 14:38:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardava</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[DEPHAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardava.com/?p=19210</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA - Tak  adanya transparansi pembelian alutsista menimbulkan saling tuding   antara Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dengan Komisi 1 DPR dan   ICW, soal isu keganjilan pengadaan pesawat tempur Sukhoi.
Hampir  mustahil pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) di  berbagai  negara dilakukan murni antarpemerintah atau G to G (government  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://farm3.static.flickr.com/2507/3993380308_e13e75ac74.jpg" alt="Sukhoi SU-30 MK2" width="250" height="160" />JAKARTA - </strong>Tak  adanya transparansi pembelian alutsista menimbulkan saling tuding   antara Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dengan Komisi 1 DPR dan   ICW, soal isu keganjilan pengadaan pesawat tempur Sukhoi.</p>
<p style="text-align: justify;">Hampir  mustahil pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) di  berbagai  negara dilakukan murni antarpemerintah atau G to G (government  to  government). Alasan utamanya karena sebagian besar negara tidak lagi   menjadi pemilik dari produsen senjata.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian yang diungkapkan pengamat  militer dan kebijakan luar negeri  dari Universitas Indonesia, Andi  Widjajanto, kepada VOA, Rabu sore.</p>
<p style="text-align: justify;">Penunjukan pihak ketiga, menurut Andi,  adalah langkah wajar, seperti  yang dilakukan pemerintah Indonesia  dengan Rosoboronexport; agen  penjualan resmi yang ditunjuk pemerintah  Rusia untuk pembelian enam  pesawat Sukhoi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tidak ada pemahaman bersama tentang  proses pengadaan alutsista,  tidak ada transparansi data tentang nilai  kontrak, dan tentang  komponen-komponen yang diatur dalam kontrak  tersebut sehingga  interpretasinya relatif sederhana,” ujar Andi  Widjajanto.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengenai  tudingan Indonesian Corruption Watch (ICW) soal pemerintah  yang tidak  transparan, Andi mengatakan berdasarkan UU proses pembelian  senjata  termasuk hal yang dikecualikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Andi menambahkan, “Dalam UU  Kebebasan Informasi Publik proses pengadaan  senjata memang termasuk  dalam hal-hal yang dikecualikan. Kementerian  Pertahanan tidak wajib  mempublikasikan, bahkan harus menerapkan prinsip  kehati-hatian.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Wella Sherlita</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignright" style="float: right; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-FaMXBT6LJT0/T1g0k60rpZI/AAAAAAAAHeY/qDV956sSb8k/s320/1.jpg" alt="Sukhoi SU-30 MK2" width="250" height="250" /></strong>Menteri   Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat memberikan penjelasan mengenai   pembelian enam pesawat tempur Sukhoi dari Rusia (7/3).</p>
<p style="text-align: justify;">Menteri  Pertahanan Purnomo Yusgiantoro membantah telah melakukan   penggelembungan anggaran dalam pembelian enam pesawat Sukhoi. Soal   perbedaan harga pesawat yang jauh berbeda, Purnomo mengatakan itu akibat   inflasi di Rusia.</p>
<p style="text-align: justify;">“Yang akan kita lakukan adalah membangun  skuadron kekuatan tempur  kita, yaitu skuadron Sukhoi jumlahnya 16.  Kita punya 10 sekarang, jadi  masih kurang 6. Enam itulah yang kita  beli. Dulu pembelian pertama tahun  2007, lalu sekarang ada kontrak  tahun 2012 tentu harganya berbeda.</p>
<p style="text-align: justify;">Beli  makanan pun tahun 2007 dan 2012  berbeda. Tapi perbedaannya tidak  banyak, karena perbedaan itu hanya  untuk meng-cover inflasi. Jadi tidak  ada perbedaan signifikan yang  mengesankan <em>mark-up</em> (penggelembungan angka),” jelas Purnomo.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan  mengenai perbedaan harga kontrak antara Indonesia dengan  Vietnam,  Purnomo menegaskan itu karena perbedaan kebutuhan dan  spesifikasi  pesawat.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hati-hati kalau melihat nilai kontrak,  karena nilai kontrak kita  dengan Vietnam mungkin berbeda. Kalau di kita  kontraknya selain beli  Sukhoi juga beli peralatan lain. Mesin yang  kita dapatkan itu tidak enam  sesuai jumlah pesawat, tetapi 12. Jadi  tolong jangan dibandingkan apple  to apple (persis sama) karena yang  dibeli Vietnam mungkin lain dengan  yang kita beli. Beli mobilpun  kadang-kadang peralatannya beda, velg-nya  racing yang satu bukan velg  racing, jadi harganya beda,” ungkap Purnomo.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelumnya,  Wakil Koordinator ICW Adnan Topan Husodo menuding  Kementerian  Pertahanan lebih memilih menggunakan skema kredit komersial  atau kredit  ekspor, yang jangka pengembaliannya cepat, dikenakan  biaya-biaya bank,  dan bunganya lebih tinggi berdasarkan rate pasar.  Padahal pemerintah  Rusia telah menyediakan fasilitas kredit untuk  pembelian alutsista  Indonesia senilai 1 milliar dolar Amerika.</p>
<p style="text-align: justify;">Adnan menilai ada indikasi  ketidakwajaran, di mana Indonesia membeli  satu Sukhoi dengan harga 83  juta dolar Amerika. Sementara jika  dibandingkan dengan harga resmi yang  dipublikasikan Rosoboronexport, per  Agustus 2011, harga Sukhoi 30 MK  sebesar 60-70 juta dolar Amerika per  unit.(<a title="Menhan : Tidak Semua Pembelian Alutsista Harus Jadi Konsumsi Publik" href="http://www.voanews.com/indonesian/news/Kemhan-Tak-Wajib-Laporkan-Pembelian-Alutsista-kepada-Publik-141746733.html"><span style="color: #008000;"><span style="text-decoration: underline;"><em>Sumber : VOA</em></span></span></a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardava.com/2012/03/09/menhan-tidak-semua-pembelian-alutsista-harus-jadi-konsumsi-publik/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

